Mari menjaga kebersihan lingkungan kita :: Pengumuman : Website ini akan terlihat bagus jika dibuka dengan Mozilla Firefox :: Diharapkan untuk memanfaatkan fasilitas diskusi di bagian Forum, bisa diakses langsung tanpa perlu registrasi
HomePemerintahanDPRDProfilKebijakanLayanan PublikAgenda KegiatanPotensiBuku TamuForum

Galeri Foto

SISWA IKUT JALAN SANTAI masjid-nujumul-ittihad BUPATI SINJAI FOTO BERSAMA DENGAN DUTA WISATA NASIONAL ASAL SINJAI bupati-sinjai-selesai-memimpin-shalat-magrib SUASANA KOTA SINJAI BERSIH DAN ELOK 37407_1380030460806_1233243090_31054935_5613697_n 30438_1380028220750_1233243090_31054911_1577578_n 37407_1380030300802_1233243090_31054931_653486_n PENYAMBUTAN TIM PENILAI LOMBA DESA penyerahan-sertifikat-izin-siaran-radioSB
HomePemerintahanDPRDProfilKebijakanLayanan PublikAgenda KegiatanPotensiBuku TamuForum
-->



RSUD akan tambah dokter ahli PDF Print E-mail
 
Written by Tim Media Center, on 29-07-2010 03:23

Sebagai bentuk peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sinjai, pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Rumah Sakit Umum Daerah akan menambah tenaga dokter ahli. Direktur RSUD Sinjai, dr. Suryanto Asapa mengatakan hal tersebut saat menggelar dialog dengan sejumlah LSM dan elemen mahasiswa di Warkop Karampuang Sinjai, Rabu (28/07) kemarin.


“Kita telah usahakan penambahan dokter ahli yakni penyakit dalam, bedah dan dokter anak, Insya Allah sudah bisa terealisasi paling lambat tahun 2011 hingga 2012 mendatang, dan untuk dokter umum telah kita usulkan pula ada penambahan sebanyak 13 orang. Ini sebagai bentuk peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, apalagi dengan tenaga dokter, baik dokter umum maupun dokter ahli yang ada sekarang sepertinya sudah tidak sebanding dengan tingkat kebutuhan masyarakat sehingga ini akan menjadi proritas kami di masa mendatang” ucap Suryanto.


Menjawab pertanyaan mengenai program kesehatan gratis yang menurut masyarakat belum berjalan maksimal, Suryanto yang akrab di sapa dokter Dedet ini meminta agar masyarakat jangan hanya bisa memaknai program kesehatan gratis ini dari sudut luarnya saja.


“Kami menyadari masih ada keluhan tentang program kesehatan gratis, tapi masyarakat juga harus pahami bagaimana seharusnya pelayanan yang di katakan gratis tersebut, jangan sampai mereka hanya menuntut hak tetapi kewajibannya tidak mereka penuhi, sebagai contoh premi Jamkesda yang hanya Rp. 10 ribu perbulan, tetapi masyarakat masih banyak yang tidak mau membayarnya dengan alasan dia tidak sakit, nah nanti mereka baru membayar jika mereka ingin mendapatkan pelayanan kesehatan, disini pangkal utamanya, sebab mereka pasti akan berhadapan dulu dengan proses administrasi terkait premi ini dan ujungnya mereka mengeluhkan layanan petugas kesehatan” katanya.


Untuk itu, dia meminta agar ada kesadaran dari masyarakat dahulu untuk bersama-sama menyukseskan apa yang telah di canangkan pemerintah bagi peningkatan kesehatan masyarakat. “Harus ada saling membantu demi terwujudnya program kesehatan gratis ini, jangan hanya bisa menyalahkan pemerintah sementara masyarakat sendiri tidak pernah menjalankan kewajibannya, olehnya jika ingin menuntut hak anda, laksanakan dahulu kewajibannya, setelah itu anda bisa menuntut kewajiban kami melayani hak anda” beber Suryanto. (Hidayat Gunawan)






Last update: 29-07-2010 03:34

Print Related articles

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >